Para Orang Tua, Hadapi Anak Hiperaktif dengan Cara Ini

Hiperaktif, anak, adhd, orang tua, adalah, cara, mengatasi, menghadapi, artinya, hiperaktivitas, disorder, autis, ciri, penyebab, tanda, kiat, stres

Hiperaktif adalah saat anak bergerak terlalu aktif tanpa melihat situasi, waktu, dan suasana sekitar. Anak hiperaktif sering dihubungkan dengan gangguan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Padahal anak yang terlalu aktif belum tentu mengidap ADHD. Ada banyak faktor yang membuat anak menjadi sangat aktif.

Penyebab Anak Hiperaktif

ADHD

Kebanyakan penyebab anak hiperaktif memang ADHD. tetapi tidak semua anak hiperaktif mengalami gangguan tersebut. Perlu diagnosa yang panjang dan menyeluruh oleh dokter.

Stres

Anak bisa menjadi hiperaktif karena rasa tertekan dan stres. Misalnya ketika berada di lingkungan baru. Orang tua disarankan mengurangi beban pikiran dan stres. Hal ini karena anak bisa merasakan jika orang tuanya stres lalu ia bisa terpengaruh.

Masalah psikologis lainnya

Anak yang memiliki gangguan kecemasan akan selalu merasa gelisah dan tidak bisa diam. Selain itu anak yang sulit konsentrasi bisa diakibatkan karena trauma masa lalu. Penyebab lainnya bisa juga karena gangguan perilaku pada anak.

Kurang tidur

Kurang tidur membuat emosi anak kurang stabil sehingga membuatnya merasa tidak nyaman. Ia akan menumpahkan kekesalannya dengan menangis atau mengacak-acak barang disekitar.

Kurang olahraga

Anak-anak selalu aktif dan semangat. Kurang olahraga menyebabkan stamina anak tidak tersalurkan sehingga membuatnya berperilaku hiperaktif.

Ciri-Ciri Anak Hiperaktif

Orang tua sering tidak mengetahui jika anaknya hiperaktif. Berikut ini beberapa ciri anak yang hiperaktif

  • Banyak berbicara
  • Kerap mengganggu orang lain
  • Terus bergerak meskipun sedang duduk
  • Sulit untuk fokus
  • Selalu gelisah
  • Suka berlarian dan bergerak kesana kemari
  • Suka mengutik-utik benda
  • Berperilaku terlalu cekatan hingga terkadang tanpa sadar melukai diri sendiri atau orang lain
  • Terburu-buru sehingga sering menabrak barang atau orang di sekitar

Orang tua seringkali bingung menghadapi anak yang terlalu aktif. Ada yang memarahi atau membiarkan begitu saja. Sebenarnya bagaimana harusnya pola asuh orang tua kepada anak yang hiperaktif?

Kiat Menghadapi Anak Hiperaktif

Daripada harus memarahi, melarang, atau menghakimi anak, berikut ini beberapa kiat efektif untuk mengatasi anak yang hiperaktif.

Membuat peraturan yang jelas

Arahkan anak dalam mengatur waktu saat bermain. Kemudian pastikan merapikannya kembali setelah bermain. Berikan arahan dengan singkat, tersetruktur, dan mudah dimengerti oleh anak. Jika anak melakukan kesalahan, beritahu dengan cara yang baik agar kedepannya anak dapat membedakan benar dan salah. Setelah anak melakukannya dengan baik, jangan lupa beri pujian untuknya.

Membuat agenda kegiatan yang terstruktur

Buatlah jadwal terstruktur untuk anak di rumah. Misalnya mengatur jadwal waktu makan, bermain,belajar, dan istirahat. Dengan begitu anak akan terbiasa berpikir dan melakukan aktivitas dengan terstruktur. Anak akan lebih fokus dan tenang dalam melakukan sesuatu.

Ajak anak hiperaktif beraktivitas di luar rumah

Salurkan energi anak pada kegiatan yang positif seperti olahraga. Ajak anak berlari atau bersepeda di luar rumah. Jika memungkinkan beri kesempatan bergabung di tim sepak bola, basket, atau olahraga lain.

Memberikan mainan

Saat lingkungan tidak memungkinkan anak bergerak aktif, berikan dia mainan. Hal ini untuk mengalihkan perhatian anak yang tadinya ingin bergerak aktif menjadi fokus pada mainan.

Tenang dan sabar hadapi anak hiperaktif

Perilaku anak hiperaktif sering membuat orang tua geram. Orang tua harus bisa meredam amarah yang dirasakan. Jangan membentak, memberikan hukuman, apalagi melakukan kekerasan karena hal itu justru membuat anak semakin agresif dan marah.

Tenangkan diri dengan cara mengambil nafas dalam-dalam lalu hembuskan secara perlahan. Lakukan berulang-ulang hingga merasa rileks.

Pastikan waktu tidur cukup

Umumnya orang dewasa yang kurang tidur akan merasa lelah. Namun hal ini berbeda dengan anak-anak. Saat anak yang kurang tidur, tubuh akan memperbanyak hormon kortisol dan adrenalin sehingga membuatnya terjaga bahkan semakin bersemangat. Ini yang membuat anak menjadi hiperaktif. Oleh karena itu pastikan waktu tidur anak cukup dan teratur.

Memberikan makanan bergizi

Berikan makanan bergizi pada anak seperti buah, sayur, serta protein hewani. Kurangi asupan gula Karena kadar gula dalam tubuh dapat mempengaruhi tingkah laku dan suasana hati seseorang. Hal inilah yang membuat si kecil emosinya menjadi tidak stabil sehingga menjadi hiperaktif.

Peran orang tua sangat penting dalam mengasuh anak. Orang tua harus mengetahui pola asuh yang tepat dalam menghadapi anak hiperaktif. Hal ini agar si kecil tumbuh dan berkembang dengan baik. Bila perlu konsultasikan dengan dokter tentang penanganan yang tepat terhadap anak hiperaktif. [Source]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *