Cara Menjaga Hubungan dengan Penderita Gangguan Mental

gangguan mental, penyakit mental, kesehatan mental, skizofrenia, depresi, pasangan, hubungan, asmara

Gangguan mental adalah kondisi atau gejala yang menyebabkan gangguan pada suasana hati, emosi, pikiran, dan perilaku seseorang. Gejalanya bisa saja dirasakan ringan, tetapi ada juga yang cukup parah hingga menghambat kemampuan penderita untuk melakukan aktivitas dan pekerjaan sehari-hari.

Penyakit mental dan fisik tidak sama, meski keduanya tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, cara-cara penanganan atau pengobatan untuk gangguan mental dan fisik pasti akan berbeda. Hanya saja, sayang sekali bahwa kenyataannya tidak banyak orang awam yang tahu bagaimana cara menangani penderita gangguan mental.

Akibatnya, agar tidak menjadi sebuah beban, penderita gangguan mental sering menarik diri dari lingkungan dan menyembunyikan penyakitnya. Padahal justru hal itu dapat membuat mereka semakin menderita. Karena orang yang memunyai gangguan mental tidak bisa dibiarkan atau didiamkan begitu saja. Seperti halnya penyakit fisik, mereka harus mendapatkan perhatian dan perawatan yang tepat.

Tips Mendampingi Pasangan dengan Gangguan Mental

Jauh sebelum Anda melangkah pada sebuah komitmen lebih serius untuk menikah, ada baiknya Anda mencari tahu dulu apakah pasangan Anda memunyai sebuah masalah kesehatan tertentu, termasuk gangguan mental.

Namun jika Anda mengetahui tentang sebuah penyakit mental pada pasangan baru Anda setelah menikah, cobalah untuk tidak merasa panik dan coba bersabar dalam menghadapinya.

Harusnya penyakit mental tidak mampu menghancurkan hubungan rumah tangga, meski ada beberapa kasus yang berakibat demikian.  Anda tetap bisa menjalin rumah tangga yang harmonis dengan pasangan meskipun ia memiliki gangguan mental.

Cara Memperlakukan Orang Dengan Gangguan Mental

dok: Polina Zimmerman

 

Jangan ikuti halusinasinya

Orang dengan gangguan mental sering mengalami halusinasi. Mereka seperti melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang tidak nyata.

Mungkin, Anda akan bingung harus bersikap bagaimana. Atau lebih tepatnya, Anda akan berpartisipasi dalam halusinasi mereka hanya untuk membuat mereka merasa “nyaman”.

Faktanya, Anda lebih baik tidak ikut serta dalam halusinasi mereka. jangan sampai Anda berpura-pura bahwa Anda juga mengalami hal-hal yang mereka halusinasikan.

Jangan berbohong kepada penderita gangguan mental

Anda mungkin pernah berasumsi bahwa seseorang yang mempunyai gangguan mental tidak cerdas. Padahal, gangguan Mental tidak ada hubungannya dengan tingkat kecerdasan seseorang.

Jangan pernah membohongi mereka, karena itu hanya akan membuat mereka tidak percaya kepada Anda. Kepercayaan penting bagi seseorang dengan gangguan mental. Karena itu bisa menjadi salah satu faktor penentu kesembuhan mereka.

Pahami situasi mereka

Paranoia ialah salah satu jenis gangguan yang membuat seseorang merasa bahwa semua orang akan menyakiti dirinya. Oleh karena itu, biasanya seorang penderita paranoia kerap merasa ketakutan dan akan menjaga jarak dengan sekitarnya.

Pahami penderitaan mereka, dan jangan menjauh dari mereka. Terlepas dari keadaan mereka, mereka masih membutuhkan kehadiran Anda.

Perhatikan kata-kata Anda

Pada saat berhadapan dengan seseorang dengan gangguan mental, Anda mungkin akan merasa bingung tentang bagaimana cara merespon setiap perkataan atau perbuatannya.

Apa pun yang mereka katakan dan lakukan, cobalah untuk tidak bersikap diam karena itu bukanlah pilihan terbaik untuk memperlakukan mereka. Cobalah merespon dengan tenang dan sabar, tanyakan maksud di balik perkataan dan perbuatan mereka dengan super hati-hati.

Ungkapkan cinta dan kasih sayang

Selain kepercayaan, individu dengan masalah mental membutuhkan bahu untuk bersandar. Mereka kerap merasa tidak aman, malu, hingga enggan untuk bertemu atau berinteraksi dengan orang lain. Maka dari itu, mereka pun akan menganggap Anda sebagai satu-satunya orang yang mampu mengerti.

Guna memberikan dorongan dan dukungan, sebagai pasangan Anda perlu mengungkapkan cinta dan kasih sayang Anda. Katakan padanya bahwa Anda benar-benar mencintainya, terlepas bagaimanapun kondisinya.

Jalinan hubungan yang berkualitas, Anda dan pasangan akan mampu menghadapi suatu situasi sulit ini dengan baik. Hal ini juga bisa membuat rasa percaya diri pasangan berangsur-angsur meningkat. [Source]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *