Cari Tahu Isi Otak Para Teroris Dilihat dari Sisi Psikologi Radikalisme

Ilustrasi : Paham radikalisme teroris

Terorisme adalah tindakan yang sangat menganggu dan meresahkan masyarakat. Tindakan ini merupakan puncak aksi kekerasan yang berbeda dengan sabotase dan intimidasi. Seringkali kita berpikir, seperti apa kepribadian seorang teroris hingga tidak memiliki rasa belas kasihan ketika melancarkan aksinya? Mari simak ulasan berikut untuk mengulik lebih jauh mengenai terorisme!

Tentang Terorisme

Jika diamati dalam sudut pandang psikologi, terorisme bukan sebuah sindrom psikologis yang terjadi pada seseorang sehingga ia memiliki keinginan untuk merusak bahkan menghancurkan sesuatu. Tetapi yang benar adalah, terorisme merupakan alat yang berbentuk tindakan kekerasan yang digunakan oleh kelompok-kelompok radikal tertentu yang bertujuan untuk mencapai keinginannya.

Para teroris bukan orang-orang yang memiliki gangguan kepribadian, namun mereka sengaja melakukan tindakan terorisme sebagai inti dari pemikiran radikal yang sudah mendarah daging didalam diri mereka. Perlu diketahui bahwa orang-orang berpaham radikal tidak selalu menjadi teroris, ada sebagian orang yang menghindar agar tidak terjerumus kedalam tindakan terorisme, tetapi masih memelihara pemikiran radikalnya ditengah  masyarakat.

Proses Terjadinya Tindakan Terorisme

Ahli psikologi politik, Hamdi Muluk, menyatakan hasil risetnya bahwa secara psikologis radikalisasi itu ada beberapa fase, yakni Pre-radikalisasi, Identifikasi, Indoktrinasi, dan Aksi. 4 fase ini dijelaskan lebih rinci oleh ahli psikologi Amerika, Fathali Magaddam yang khusus mengkaji berbagai kelompok ekstrimis dari sisi psikologis dengan membuat teori “Staircase to terrorism”.

Fathali menggambarkan proses psikologis dimana seorang  yang awam akan melewati beberapa langkah untuk bisa bergabung dengan kelompok berpemahaman radikal dan pada akhirnya menghasilkan seorang ideolog yang berperan dalam proses indroktinasi kepribadian hingga menjadi pelaku dalam tindakan terorisme. Ketika seseorang menjalani 4 fase radikalisasi, maka kecenderungan untuk melakukan tindakan terorisme semakin besar.

Itulah pemaparan tentang terorisme dan radikalisme yang harus ketia ketahui. Terorisme juga disebut sebagai tindakan kekerasan yang dilakukan untuk mencapai tujuan sosial, politik, ekonomi, bahkan agama. Untuk membentengi diri agar tidak terpengaruh radikalisme, mulailah untuk menyaring informasi yang didapatkan, meningkatkan pemahaman akan hidup kebersamaan, dan meminimalisir kesenjangan sosial.

Sumber :
www.qureta.com : https://www.qureta.com/post/proses-psikologis-menjadi-radikal-dan-cara-penanggulangannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *